Thursday, March 31, 2011

Harry Potter and The Deathly Hallows Part 1 [2010]

Kini telah tiba saatnya buat Harry Potter (Daniel Radcliffe), Hermione Granger (Emma Watson), dan Ron Weasley (Rupert Grint) untuk menjalankan tugas mulia mereka: mencari dan menghancurkan kunci kekuatan Voldemort (Ralph Fiennes). Mereka bertiga tak punya banyak waktu karena Voldemort sudah merencanakan membakar peperangan yang selama ini selalu dikhawatirkan.

Kali ini tiga sahabat ini harus berjuang sendiri karena tak ada lagi Professor Dumbledore (Michael Gambon) yang akan mengawal mereka bertiga. Dalam perjalanan berbahaya ini Harry secara tak sengaja menemukan rahasia kuno: legenda Deathly Hallows. Bila legenda ini benar maka kisah kuno ini akan memberikan Voldemort kekuatan yang selama ini ia impikan.

Di saat yang sama, peperangan sudah tak terelakkan lagi. Voldemort mengirim Death Eaters untuk mengambil alih Hogwarts. Death Eaters tak hanya ditugaskan menguasai Hogwarts namun juga mencari Harry Potter dan menyerahkannya hidup-hidup pada Voldemort. Sekarang tiba saatnya buat Harry Potter untuk memenuhi takdirnya sebagai yang terpilih.

Review
Harry Potter adalah Daniel Radcliffe. Hermione Granger adalah Emma Watson. Ron Weasley adalah Rupert Grint. Tak bisa dipungkiri memang kalau ketiga aktor/ aktris ini memang sudah identik dengan karakter yang mereka perankan sejak hampir sepuluh tahun yang lalu itu. Fakta itu saja sudah membuat HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS bagian pertama ini menang di atas kertas. Satu dasawarsa sudah mereka bertiga menemani kita dan waktu yang cukup lama itu telah mengukir sebuah kesan yang sangat kuat di benak penonton.

Serial Harry Potter memang sudah mendekati tamat. Satu film lagi dan usai sudah kisah fantasi ini. Mungkin fakta itu juga yang membuat film ini jadi lebih spesial ketimbang bagian-bagian sebelumnya. Tapi tunggu dulu. Jadi sentimentil memang boleh tapi bagaimana pun film ini tetap punya nilai yang tetap tak bisa dikesampingkan. Dari sisi visual, jelas tak ada yang perlu dikhawatirkan dari film ini. Seperti biasa, adegan-adegan fantastis bisa dibuat begitu nyata seolah memang benar-benar terjadi namun tentu saja bukan itu saja masalahnya.

Soal alur cerita memang tak perlu banyak disinggung karena versi novelnya sudah terbit lebih dulu dan rasanya tak pantas kalau kita meremehkan hasil karya JK Rowling yang sudah mendapat penghargaan di mana-mana. Lagi pula, film ini juga nyaris sama persis dengan versi bukunya meski ada sedikit tambahan yang tak begitu signifikan. Yang jelas, keputusan 'membelah' bagian ini menjadi dua adalah keputusan yang tepat karena rasanya akan lebih sulit kalau harus memampatkan semua plot dan subplot itu ke dalam satu film saja. Jadi ini bukan sekedar trik marketing untuk mengeruk uang lebih banyak.

Kalau naskah sudah beres dan visual tak perlu diragukan, yang terakhir adalah akting para pendukungnya. Dan di sisi ini pun lagi-lagi film ini sama sekali tak mengecewakan. Selain mungkin masing-masing aktor/ aktris sudah paham benar dengan karakter yang mereka perankan, campur tangan sutradara David Yates dalam menghidupkan karya tulis ini pun tak bisa dipandang sebelah mata. Singkat kata, bagian pertama dai HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS ini tak hanya layak jadi pengeruk dolar tapi juga sebuah film yang menghibur meski nuansa bagian ini lebih kelam dari film-film sebelumnya (Kapanlagi.com)

Download Subtitle Indonesia : DVDRip-DEFACED/Bluray-TWiZTED
Download Film : DVDRip-DEFACED CD1 | CD2

Tuesday, March 29, 2011

27 Dresses [2008]

Subtitle ini direquest oleh Rudi Widodo [Pay per Request]. Dalam film ini Katherine Heigl, si cantik Dr. Izzy dalam serial GREY'S ANATOMY itu menjadi pemeran utama. Dikisahkan, Jane (Katherine Heigl) adalah seorang wanita muda yang kesepian meskipun memiliki banyak sekali harapan dalam kehidupan cintanya. Ia jatuh cinta pada bosnya (Ed Burns), yang memperlakukannya bagaikan sepotong keset kaki yang mahal.

Jane selalu memimpikan kehidupan cinta yang romantis. Sayang pernikahan impiannya tak kunjung tiba. Bahkan sering kali Jane menjadi perancang pernikahan teman-temannya. Ia telah menjadi pendamping mempelai wanita sebanyak 27 kali.

Ia menghadapi dilema terbesarnya ketika pria yang diam-diam disukainya, bertunangan dengan saudara perempuannya, Tess (Malin Akerman).

Kevin (James Marsden) adalah pria lajang yang menulis di sebuah kolom pernikahan di New York Journal. Ketika mereka akhirnya bertemu, tentu Anda sudah bisa menebak akhir ceritanya.

Film yang disutradarai Anne Fletcher dan ditulis Aline Brosh McKenna ini memang mengambil tema klasik kisah cinderella. Sang cinderella bertemu pangeran tampan. Mereka pun jatuh cinta (meski dalam film ini proses jatuh cintanya rada berbelit-belit), akhirnya mereka menikah, dan hidup berbahagia selamanya.

Film dengan tema umum dan memiliki alur sangat sederhana, bahkan penonton dapat menebak jalan cerita selanjutnya, bagaimana mungkin bisa mendapat box office? Jawabannya bisa anda dapatkan saat menontonnya.

Bagi yang tidak menyukai film romantis, tapi terpaksa menemani pasangan, jangan khawatir bosan karena film ini tak melulu adegan romantis tapi juga dibumbui humor dan dialog-dialog cerdas.

Download Subtitle Indonesia : DVDRip-NeDiVx/Bluray-REFiNED
Download Film : DVDRip-NeDiVx

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1



Sutradara                      David Yates,
Penulis Naskah              Steve Kloves
Pemain                          Daniel Radcliffe, Emma Watson
Durasi                           2 Jam 30 Menit
Rilis                              19 November 2010
Budget                          $ 250.000.000
Worldwide Gross          $ 952.155.214
Subtitle Rilis                  29 Maret 2011

---------------------------------------------------------------------
Harry Potter Saga (2001 – 2011)
---- BlurayRip
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Subtitle
Indonesia Subtitle For Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 BRRip
---------------------------------------------------------------------
       Movie, West - Series, K-Drama, Anime,
          Music, Software, Subtitle and Many More
                                 Join Us In Here
         
---------------------------------------------------------------------
Resensi
            Hm, Menuju Akhir. Tujuh cabikan jiwa. Tujuh Horcrux. Dua musnah. Masih ada lima lagi untuk diketemukan. Film dibuka dengan Menteri Sihir, Rufus Scrimgeour (Bill Nighy) yang harus meyakinkan warga masyarakat bahwa kementrian masih kuat dan mereka berjuang keras untuk mengatasi kekacauan yang diakibatkan para Pelahap Maut.
            Keluarga Dursley harus mengungsi dari kediaman mereka yang nyaman di Privet Drive No.4. Ron Weasley (Rupert Grint) mulai gelisah di The Burrow. Demi melindungi kedua orang tuanya, Hermione Granger (Emma Watson) merubah ingatan orang tuanya, membuat mereka tidak mengingat pernah mempunyai anak dan memiliki cita – cita untuk pergi ke Australia.
            Severus Snape (Alan Rickman) tiba di Malfoy Manor yang dijadikan markas para Pelahap Maut. Lord Voldemort (Ralph Fiennes) berada disana, membahas tentang penyerangan ke Harry Potter dan Kementrian Sihir. Pada kesempatan inipulalah, Voldemort menyatakan bahwa hanya dirinyalah yang harus membinasakan Harry Potter dan untuk melakukan itu, dia memerlukan tongkat sihir penyihir lain karena tongkat miliknya dan milik Harry Potter memiliki inti yang sama (bulu phoenix dari Fawkes, burung phoenix peliharaan Dumbledore) dan masing – masing pihak tidak bisa saling membunuhm hanya bisa saling menyakiti. Dan Voldemort memilih tongkat sihir Lucius Malfoy (Jason Isaacs). Severus memberitahu Voldemort tentang rencana memindahkan Harry Potter ke tempat salah satu anggota Orde Phoenix. Adegan berakhir dengan kematian guru telaah muggle, Charity Burbage (Carolyn Pickles).
            Alastor 'Mad-Eye' Moody (Brendan Gleeson), Hagrid (Robbie Coltrane), Bill Weasley (Domhnall Gleeson), Fleur Delacour (Clémence Poésy), Mundungus Fletcher (Andy Linden), Kingsley Shacklebolt (George Harris), Arthur Weasley (Mark Williams), George Weasley (Oliver Phelps), Fred Weasley (James Phelps), Remus Lupin (David Thewlis), Nymphadora Tonks (Natalia Tena), Ron dan Hermione berkumpul di Privet Drive No.4 untuk  memindahkan Harry Potter (Daniel Radcliffe) ke The Burrow karena jika dia menginjak usia 17 tahun, maka sihir perlindungan yang ditanamkan ibunya, Lily Potter (Geraldine Somerville) akan musnah dan membuat Harry akan rawan diserang Voldemort dan para Pelahap Maut. Dengan ramuan polyjuice, Ron, Hermione, Fleur, Mundungud, Geroge dan Fred berubah menjadi Harry guna pengamanan jikalau Pelahap Maut menyerbu.
            Saat perpindahan inilah, Pelahap Maut langsung menyerbu, terjadi duel seru di langit Inggris. Kengerian semakin bertambah karena Voldemort sendiri juga ikut ambil bagian. Voldemort berusaha menyerang Harry, namun tongkat masing – masing pihak saling bertemu dan tongkat Harry menyemburkan sinar emas dan mengakibatkan hancurnya tongkat Lucius Malfoy. Harry lolos dalam kejadian itu, namun Mad Eye tewas dan George kehilangan salah satu kupingnya.

            Hari pernikahan Bill dan Fleur tiba, disaat semua sedang bersiap – siap, Menyeri sihir dating ke The Burrow untuk menyerahkan benda warisan dari Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore (cukup disingkat Dumbledore). Ron mendapatkan Deluminátor. Hermione mendapatkan buku milik Dumbledore, Kisah - Kisah Beedle Si Juru Cerita dan Harry mendapatkan Snitch yang pertama ditangkapnya di pertandingan Quidditch pada tahun pertamanya di Hogwarts. Selain ketiga benda itu, Dumbledore juga mewariskan pedang Godric Gryffindor, sayangnya, pedang itu bukanlah milik Dumbledore hingga tak bisa diberikan ke sembarang orang, serta pedang tersebut juga menghilang.
            Saat pesta pernikahan, Harry bertemu dengan Luna Lovegood (Evanna Lynch) dan ayahnya, Xenophilius Lovegood (Rhys Ifans) yang memiliki koran The Quibbler yang selalu mendukug Harry Potter. Harry lalu terlibat percakapan dengan teman masa kecil Dumbledore, Elphias Doge (David Ryall) dan mengetahui bahwa Dumbledore memiliki banyak masa kelam dan rahasia yang tidak Harry ketahui. Saat pesat berlangsung, tiba – tiba saja muncul patronus dari kingsley dan memberitahu bahwa menteri sihir tewas dan kementrian telah jatuh. Sekejab, serombongan Pelahap Maut menyerbu pesta. Harry dan Ron dibawa Hermione berdisapparate ke Shaftesbury Avenue. Ditempat ini pula ternyata mereka tidak aman, karena tiba – tiba saja dua Pelahap Maut menyerang mereka.
            Ketiga sekawan inipun segera pindah ke Grimmauld Place No 12 dimana mereka menemukan petunjuk tentang R.A.B dan lokasi horcrux liontin berada dan menghadapi perjalanan berat penuh bahaya tanpa bantuan dari seorangpun, dimana setiap petunjuk yang mereka temukan akan mengarah ke misteri yang lebih dalam dan kelam serta sesuatu yang lebih hebat dari horcrux itu sendiri, Relikui Kematian, dimana pemiliknya akan menjadi penakluk kematian.
            Diadaptasi dari novel terakhir Harry Potter. Rencana untuk membagi satu novel menjadi dua film sudah ada sejak The Goblet of Fire. Namun, baru untuk seri ketujuh ini, produser David Heyman mewujudkannya dan telah mendapat persetujuan dari J.K.Rowling. Dengan dijadikannya dua bagian, diharapkan film ini akan mendekati novelnya dan tentu saja, bisa mendulang banyak dolar mengingat ini adalah bagian terakhir dari franchise movie terlaris sepanjang masa !
            Kedua film terakhir Harry Potter ini juga dirilis dalam format 3D dan sudah digembar – gemborkan dalam teaser trailernya. Namun, pada 8 Oktober 2010, pihak Warner Bros mengungumkan bahwa mereka membatalkan merilis Part 1 dalam format 3D karena hasil convert yang kurang maksimal dan takut mengecewakan penggemar setia. Hal yang patut ditiru banyak film lainnya, dimana kepuasan penonton yang selalu nomor 1 (contoh jeleknya adalah The last Airbender yang memenangkan Razzie untuk 3D terburuk juga Clash Of The Titans). Walau tak rilis format 3D, Part 1 ini masih tetap dirilis dalam format IMAX dan juga 3D masih akan tersedia untuk Part 2. Mungkin juga pembatalan rilis 3D berdasarkan pengalaman Warner Bros yang mendapat caci maki atas hasil convert 3D mengerikan Clash Of The Titans dan Warner Bros takut akan diamuk masa penggemar setia, apalagi para penggemar setia pernah berniat memboikot Harry Potter And The Half-Blood Prince karena Warner Bros tiba – tiba memundurkan jadwal rilis filmnya, akibatnya pihak Warner Bros benar – benar ketakutan dan buru – buru mengadakan konferensi pers dan berbagai pernyataan untuk menenangkan masa.

            Sebelum filmnya diputarpun sudah menarik minat banyak kalangan, apalagi banyak yang penasaran pada bagian manakah film ini diputusnya. Melihat dari teaser trailernya, saya percaya bahwa Part 1 akan berakhir pada pembobolan Bank Gringotts, namun runtuh seketika karena adegan kabur dengan naga itu tidak ada pada trailer yang berdurasi lebih lama. Lambat laun, sudah bukan menjadi misteri lagi ketika Warner Bros merilis banyak trailer berdurasi panjang, bahkan mereka juga menampilkan adegan pertarungan terakhir antara Harry melawan Voldemort.
            Dengan gembar – gembor bahwa jadwal rilis di Indonesia lebih cepat dua hari dari Amerika, membuatku langsung bergairah untuk menontonnya secara premiere. Karena bertepatan dengan Idul Adha, tiba – tiba aja jadwal dimundurkan sehari, dan akhirnya baru diputar secara serentak di bioskop – bioskop kota besar (ga di semua kota tayang) pada 19 November 2010, berarti kembali pada jadwal semula, benar – benar apes nasib saya, padahal sudah berada di Kota Surabaya selama dua hari dan harus pulkam pada 18 Novembernya. Alhasil, sayapun keliling Sidoarjo untuk mencari beberapa situs bersejarah yang kesemuanya terletak di tepi jalan raya. Namun, hanya dalam waktu 48 jam sejak rilis, versi 36 menit pertama film bocor di internet dan membuat Warner Bros panic. Hasilnya, para fans banyak yang tak menggubrisnya dan tetap memilih untuk menonton di bioskop hingga part 1 ini menjadi film terlaris ketiga pada tahun 2010 dan menjadi film Harry Potter terlaris dilua Amerika utara !!
            Saat akhirnya benar – benar melihatnya di bisokop di kotaku, beberapa adegan sempat membuat kecewa karena adegan – adegan yang menyentuh dan menimbulkan minat besar dihilangkan atau diperingkas, seperti adegan kisah masa lalu Kreacher dan perubahan Kreacher menjadi baik hati setelah diberikan liontin palsu R.A.B juga adegan melawan Nagini yang terlalu cepat, padahal jika mengikuti novelnya akan semakin seru dan menaikkan ketegangan dimana Voldemort sendiri langsung berdisapparate untuk membunuh Harry namun telat sedetik. Saat film berakhir, sayapun berbicara ke temanku, “Wow ! Mereka hampir menghabiskan novelnya untuk bagian pertama saja !!” Dengan 37 bab termasuk epilog, Part 1 mencakup hampir 70% bab novelnya. Setidaknya pada Part 1 ini, memang benar – benar mendekati novelnya dan syukurlah mereka tidak membuat Harry Potter ala Twilight seperti film keenamnya dengan akhir film yang membosankan dan membuatku jengkel karena mereka menghapus adegan pertempuran Hogwarts. 

            Untuk menerjemahkan film ini, daripada menggunakan kamus bahasa Inggris, saya lebih memilih membuka novelnya. Beberapa bagian langsung saya sadur dari novelnya, seperti bagian Kisah Tiga Bersaudara dengan perubahan seperlunya. Beberapa bagian saya biarkan apa adanya, seperti kata apparate dan disapparate mengingat ini bagian terakhirnya dan pasti banyak yang sudah paham dengan kata – kata itu, juga filmnya sendiri tidak mempunyai waktu untuk menjelaskan pembendaharaan kata tersebut, termasuk Horcrux, R.A.B, dsb. Untuk lebih mengetahinya, silahkan melihat film – film sebelumnya atau baca novelnya.
Dilihat dari trailernya, semoga saja Part 2 akan tampil lebih spektakuler dengan adegan pertempuran yang seru dan tidak memotong bagian – bagian penting, seperti kisah masa lalu Severus Snape, memasukkan adegan kematian orang tua Harry dimana akhirnya Voldemort hampir menemui ajalnya (elemen penting yang akan menentukan akhir ceritanya). Dan semoga saja, Part 2 akan bisa tampil di bisokop – bisokop di Indonesia bersama dengan Transformers 3.


Diharapkan sumbangannya untuk kemajuan blog ini
Terima kasih ^^

Saturday, March 26, 2011

The Warrior’s Way



Sutradara                      Sngmoo Lee
Penulis Naskah              Sngmoo Lee, Scott Reynolds
Pemain                          Jang Dong-gun, Kate Bosworth
Durasi                           1 Jam 40 Menit
Rilis                              3 Desember 2010
Budget                          $ 42.000.000
Worldwide Gross          $ 11.066.567
Subtitle Rilis                  26 Maret 2011
--------------------------------------------------------------------- 
The Warrior’s Way BRRip

JalurCepat 720p
Maknyoss 480p
Thanx to
---------------------------------------------------------------------
Subtitle
---------------------------------------------------------------------
Resensi
            Hm ,Yang (Jang Dong-gun) menjadi ahli pedang terhebat setelah mengalahkan ayah dari seorang bayi yang merupakan musuh dari Klan Seruling Sedih tempat dimana yang bergabung. Setelah mendapat gelar tersebut, tugas Yang adalah mengahabisi bayi perempuan tersebut yang merupakan anggota terakhir dari klan tersebut. Saat melihat sang bayi tertawa, hati Yang tergerak dan membawa lari bayi tersebut dari kejaran Klan Yang.

            Demi menyelamatkan sang bayi, Yang pergi ke Amerika Serikat, tepatnya di Kota Lode dimana dia memiliki kerabat seperjuangan. Namun Lode merupakan kota miskin dan dipenuhi penduduk putus asa yang merupakan bagian dari sebuah sirkus yang bangkrut. Di kota ini, Yang disambut oleh sang walikota sekaligus pemimpin sirkus, Eight-Ball (Tony Cox). Disini juga Yang berteman dengan Lynne (Kate Bosworth) yang tertarik akan jati diri Yang dan membantu Yang beradaptasi dengan lingkungan barunya. Namun, masing – masing pihak juga memiliki masa lalu yang kelam. Masa lalu yang akan terus mengejar mereka sampai ke ujung dunia.
            Dengan embel – embel diproduseri oleh Barrie Osborne yang juga memproduseri The Lord Of The Rings tak bias banyak membantu film ini. Dengan budget sebesar $ 42.000.000 dan pendapatan sebesar $ 11.066.567 atau hanya 30,9 % dari budget keseluruhan membuat film ini menjadi salah satu film berpenghasilan terburuk tahun ini. Melihat dari trailernya, saya sangat yakin film ini akan meraup banyak untung dan tentunya juga akan dirilis 3D mengingat banyak adegan slow – motion  ala the Matrix yang pantas jadi 3D, kenyataan ternyata berkata lain, mungkin film ini terlalu dekat dengan film – film blockbuster lainnya seperti The Chronicles Of Narnia The Voyage Of The Dawn Treader.
            The Warrior’s Way memiliki sinematografi yang indah namun cerita yang standart kemungkinan menjadi penyebab buruknya penghasilan film ini, apalagi adegan laga yang diharapkan banyak orang juga kurang dieksplore maksimal. Film ini memulai produksi pada 12 November 2007 di Auckland, Selandia Baru, tepatnya di Henderson Valley Studios dan selesai pada 28 february 2008, entah hal apa yang membuat film ini lama dirilis dipasaran. Dan dengan ajaib film ini baru nongol di bioskop Indonesia pada bulan Maret ini.



Diharapkan sumbangannya untuk kemajuan blog ini
Terima kasih ^^

Tuesday, March 22, 2011

The Chronicle Narnia : The Voyage of The Dawn Treader [2010]

Subtitle ini direquest oleh Sprimes Wei [Pay per Request]. Edmund Pevensie (Skandar Keynes) dan Lucy Pevensie (Georgie Henley) kembali harus berurusan dengan negeri dongeng saat secara tidak sengaja sebuah lukisan tiba-tiba saja membawa mereka kembali ke negeri Narnia. Sepertinya kedatangan dua bersaudara ini juga diharapkan oleh warga Narnia karena negeri ini sedang menghadapi masalah besar dan bantuan Pevensie bersaudara jelas akan diperlukan.

Saat sedang melihat-lihat sebuah lukisan, tiba-tiba saja lukisan ini hidup dan menelan Edmund dan Lucy. Bukan hanya mereka berdua, Eustace Scrubb (Will Poulter) pun ikut terbawa ke negeri Narnia. Mereka masuk ke negeri dongeng ini dan kembali bertemu dengan Caspian (Ben Barnes) yang kini telah menjadi raja dan sedang dalam perjalanan mencari tujuh orang bangsawan yang hilang.

Petualangan berawal di Lone Island dan berlanjut hingga ke ujung dunia. Dalam petualangan ini, banyak yang terjadi dan salah satunya adalah saat Eustace berubah menjadi naga karena kesalahannya. Berhasilkah mereka menemukan ketujuh bangsawan yang hilang ini? Atau perjalanan kali ini tak akan membawa hasil apapun?

THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER ini boleh saja jadi bagian yang ketiga dari THE CHRONICLES OF NARNIA tapi film ini juga punya nilai lebih lantaran ini untuk pertama kalinya film NARNIA diproduksi dalam format tiga dimensi alias 3D. Film ini juga sekaligus menandai beralihnya produksi dari Disney ke 20th Century Fox. Dan jangan lupa, kali ini posisi sutradara tak lagi dipegang oleh Andrew Adamson namun beralih ke tangan Michael Apted.

NARNIA memang bukan satu-satunya film fantasi yang beredar tahun ini. Sebelumnya ada bagian pertama dari HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS yang juga baru saja dirilis beberapa pekan lalu. Malahan bisa dibilang HARRY POTTER adalah pesaing ketat NARNIA saat ini dan masih belum bisa ditebak apakah NARNIA sanggup menggeser posisi HARRY POTTER yang sekarang bertengger di puncak tangga box office. Yang pasti NARNIA memang punya fans setia sendiri dan perkembangan yang terjadi di bagian ketiga ini cukup memuaskan.

Kalau HARRY POTTER memilih untuk memperlambat tempo, NARNIA justru memilih sebaliknya. Dibandingkan dengan dua bagian sebelumnya, THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER ini terasa lebih rancak. Tentu saja ini karena campur tangan Apted yang baru bergabung sebagai sutradara. Langkah ini membuat NARNIA jadi lebih renyah dan enak ditonton.

Dari sisi special effect, sepertinya tidak ada masalah yang terlalu berarti dengan film ini meski di saat yang sama tidak ada yang terlalu istimewa pula. Para aktornya jelas sudah teruji pada dua film sebelumnya meski tetap saja nama Liam Neeson terasa lebih menonjol walaupun ia hanya menyumbangkan suaranya saja sebagai Aslan (kapanlagi.com)

Download Subtitle Indonesia : Bluray-CHD
Download Film : BRRip-LTRG

Friday, March 18, 2011

The Good, The Bad, The Weird



Sutradara                    Jee-woon Kim
Penulis Naskah           Hoon-jung Park, Min-suk Kim
Pemain                       Byung-hun Lee, Kang-ho Song
Durasi                        2 Jam 10 Menit
Rilis                           17 Juli 2008
Budget                       $ 10.000.000
Worldwide Gross       $ 44.261.209
Subtitle Rilis               18 Maret 2011
---------------------------------------------------------------------
The Good, The Bad, The Weird UNRATED
Versi Penuh  2 Jam 10 menit, tanpa dipotong dengan adegan akhir yang lebih lama !! (Recomended Download versi ini) !!
Indowebster
Rename menjadi The.Good.The.Bad.And.The.Weird.2008.IPTV.XviD.AC3-Preschooler.avi.__a.rar  hapus .rar gabung dengan FSJ

Rename menjadi The.Good.The.Bad.And.The.Weird.2008.IPTV.XviD.AC3-Preschooler.avi.__b.zip hapus .zip gabung dengan FSJ

Password
idwsjaya
---------------------------------------------------------------------
Subtitle
---------------------------------------------------------------------
Trailer
---------------------------------------------------------------------
Resensi 


              Hm, sebuah peta rahasia dikirimkan ke Kanemaru (Lee Hang-soo) dan Park Chang-yi (Byung-hun Lee) diperintahkan untuk merebutnya saat dalam perjalanan menaiki kereta di Manchuria. Yoon Tae-goo (Song Kang-ho), seorang bandit kereta api yang aneh tanpa sepengetahuannya mengambil peta tersebut dan membuatnya dikejar oleh Park Chang-yi, seorang pemburu hadiah bernama Park Do-won (Jung Woo-sung), para bandit lainnya, pemerintah Jepang hingga Pasukan Kemerdekaan Korea.
          Yoon Tae-goo lalu sadar bahwa peta yang diamiliki merupakan peta harta karun dan dia mempercayai bahwa peta itu merupakan peta harta karun dari Dinsati Qing. Karena peta itulah Yoon Tae-goo terlibat adegan kejar – kejaran dengan banyak pihak, terutama dengan Park Chang-yi dan Park Do-won dimana masing – masing pihak memiliki tujuan masing – masing dan rahasia yang terpendam.\

            Joheunnom Nabbeunnom Isanghannom (The Good, The Bad, The Weird) merupakan film terlaris kedua tahun 2008 dan kalah dengan Kwasok Scandle (Speed Scandal, yang ceritanya jauh dari yang kuharapkan) dan setingkat diatas Chugyeogja (The Chaser). The Good, The Bad, The Weird juga merupakan film Korea Selatan dengan minggu pertama pembukaan terbesar kedua sepanjang masa dan kalah dari D-Wars (mohon diingat bahwa D-Wars merupakan film Korea Selatan walau tokoh dan settingnya di Amerika) serta setingkat diatas Gwoemul (The Host) yang menjadi film terlaris sepanjang masa Korea Selatan. Dengan total pendapatan senilai $ 44.261.209 membuat The Good, The Bad, The Weird mendapat posisi ke-13 dalam daftar film terpanjang sepanjang masa Korea Selatan.
            Walau mempunyai judul mirip dengan film western legendaris The Good, the Bad And the Ugly,  film ini tidak memilki sangkut pautnya dan juga bukanlah sebuah remake. Secara judul juga jelas beda (judul asli film ini  adalah Joheunnom Nabbeunnom Isanghannom), setting dan aktor juga menggunakan orang Korea Selatan. Walau saya kurang suka film koboi semacam ini tapi demi melihat film ini laris manis dan diputar secara terbatas di Amerika Serikat pada 23 April 2010 menyusul Madeo yang telah diputar terlebih dahulu membuatku tertarik akan film ini. Diluar dugaan, film ini sangat menarikku dan benar – benar khas Korea dengan bumbu komedi disana – sini tapi minus drama dan digantikan adegan laga di sepanjang film. Berhubung sudah menterjemahkan Akmareul Boatda (I Saw The Devil), membuatku tergerak untuk menterjemahkan film ini yang masih merupakan karya sutradara Kim Jee-woon dan merupakan film terlarisnya ditambah film ini ditaburi bintang – bintang bermutu yang langganan film - film Box Office Korea Selatan. Dengan cerita yang sukar ditebak membuat film ini menjadi salah satu film Korea Selatan favoritku.

TAMBAHAN

       Diharapkan untuk mendownload dari indowebster, karena film ini memiliki dua versi. Versi pertama yang beredar di luar negeri banyak adegan terpotong, terutama adegan Finalnya yang dipotong sekitar lima menit !! Dari indowebster adalah versi full yang tayang di Korea Selatan dimana adegannya lengkap, terutama adegan finalnya, filenya memang besar, tapi tidak masalah karena server lokal ,serta daripada harus melihat filmnya secara tidak utuh dan pastinya membuat penasaran akan nasib ketiga tokoh film ini. Akhir kata, Selamat menonton ^^ 


Diharapkan sumbangannya untuk kemajuan blog ini
Terima kasih ^^

Tuesday, March 15, 2011

Akmareul Boatda – I Saw The Devil



Sutradara                     Jee-woon Kim
Penulis Naskah             Hoon-jung Park, Adam Horowitz
Pemain                         Byung-hun Lee, Min-sik Choi
Durasi                          2 Jam 21 Menit
Rilis                             12 Agustus 2010
Budget                         Not Available
Worldwide Gross         $ 12.150.841
Subtitle Rilis                 14 Maret 2011
---------------------------------------------------------------------
Akmareul Boatda – I Saw The Devil BRRip
Maknyos
Part 1 Part 2  -  Part 3

---------------------------------------------------------------------
Subtitle
---------------------------------------------------------------------
Trailer

---------------------------------------------------------------------
Resensi
              Hm, ban mobil Joo-yeon (San-ha Oh) bocor, salju sedang turun, jalanan sepi, Joo-yeon menelepon tungannya, Kim Soo-hyeon (Byung-hun Lee) untuk menceriakan malam yang kelam. Kyung-Chul (Min-sik Choi) sedang lewat dan ingin membantu Joo-yeon. Kim Soo-hyeon yang merupakan agen rahasia pemerintah merasa curiga dan menyuruh tungannya, Kim Soo-hyeon agar mengunci pintu mobilnya. Adegan berakhir dengan Kyung-Chul yang memaksa masuk dengan memecahkan kaca mobil menggunakan palu disertai jeritan Joo-yeon dan darah merah yang menodai salju yang putih.
            Seorang anak kecil menemukan sepotong kuping manusia di tepi sungai. Polisi mengadakan pencarian besar – besaran di sungai yang dangkal tersebut. Pencarian berakhir dengan diketemukannya kepala Joo-yeon dan para wartawanpun menyerbu lokasi kejadian.
            Kesedihan tak bisa dibendung lagi oleh Kim Soo-hyeon. Kim Soo-hyeonpun berjanji pada Joo-yeon bahwa dirinya akan menuntut balas dan akan memberikan rasa sakit 1.000 kali lebih hebat atas perbuatan sang pelaku. Se-yun (Kim Yun-seo), adik dari Joo-yeon memperigatkan Kim Soo-hyeon bahwa apapun yang dia lakukan, kakaknya tetap tak akan bisa hidup lagi.

            Tanpa memperdulikan apapun, dengan kemampuannya, Kim Soo-hyeon mulai mencari tersangka sesungguhnya. Polisipun berhasil mengantongi identitas empat orang yang diduga melakukan aksi pembunuhan tersebut. Berdasarkan data polisi itulah, Kim Soo-hyeon mendatangi satu - persatu tersangka hingga dia akhirnya sampai pada Kyung-Chul. Dari sinilah, Kim Soo-hyeon dan Kyung-Chul melakukan melakukan adegan perburuan dimana Kim Soo-hyeon yang menjadi pemburunya dan Kyung-Chul yang menjadi mangsanya. Jika tertangkap, maka Kyung-Chul akan mendapat akibat yang menyengsarakan. Bertekad untuk memenangkan permainan perburuan ini, Kyung-Chul melakukan siasat yang akan menyeret polisi dan keluarga mereka sendiri.
            Disutradarai oleh Jee-woon Kim, sutradara yang terkenal akan filmnya Joheunnom Nabbeunnom Isanghannom (The Good, The Bad, The Weird) yang menjadi film terlaris kedua Korea Selatan tahun 2008. Sama seperti Joheunnom Nabbeunnom Isanghannom, Akmareul Boatda lebih menonjolkan penokohan dan aksi daripada kalimat yang panjang. Untuk adegan di film ini, Jee-woon Kim tidak main – main, adegannya terasa nyata hingga memaksa Jee-woon Kim untuk memotong tujuh adegan agar bisa dikonsumsi di bisokop walau dapat rating R – Restricted (terbatas).
            Walau dengan tema balas dendam yang sudah lazim diangkat ke layar lebar, film ini menurutku 10 kali lebih bagus dari Faster yang balas dendam niat – nggak – niat – nggak itu. Tak ubahnya film Korea Selatan lainnya, film ini juga dibumbui drama serta komedi yang bisa membuat tersenyum padahal adegannya lumayan membikin miris. Film yang mempertengahkan ambisi ini juga mengingatkanku akan Dream Home.
             Saat lihat trailernya, sudah membuatku tertarik akan film ini, apalagi di trailernya memasang nama – nama film besar, yaitu Oldboy dan The Good, The Bad, The Weird. Penampilan actor disini memang bagus, apalagi Min-sik Choi yang bisa memainkan perannya sebagai penjahat psikopat dengan meyakinkan, lucunya, Min-sik Choi pernah mendapat peran sebagai sang korban dalam film Oldboy yang membuat namanya melambung. Selain itu, selepas film Oldboy, Min-sik Choi juga mendapat peran mirip seperti film ini namun lebih perlente  dalam Chinjeolhan Geumjassi  (Lady Vengeance) yang bisa dibilang, filmnya masih seirama dengan Oldboy. Byung-hun Lee aktingnya juga bagus, apalagi perannya lebih menuntutnya untuk berlaku sadis yang sering dia pertunjukkan, serta dalam dua film sebelumya, Byung-hun Lee juga bermain sebagai antagonis dalam The Good, The Bad, The Weird sebagai Si Jahat dan G.I. Joe: The Rise of Cobra sebagai Storm Shadow (ninja yang jahat dalam film ini).
            Walau tayang di Korea Selatan pada 12 Agustus 2010, film ini baru ditayangkan secara terbatas di Amerika Serikat pada 4 Maret 2011. Pada minggu pembukaannya, film ini berada pada urutan 113 di Korea Selatan dan berhasil menduduki peringkat 16 diantara fil – film Korea Selatan yang tayang sepanjang tahun 2010. Dengan rating yang tinggi di imDb dan rottentomatoes membuat tayangan bermutu ini sayang untuk dilewatkan. 


Diharapkan sumbangannya untuk kemajuan blog ini
Terima kasih ^^

Popular Posts