Wednesday, January 30, 2013

Kisah si Buta dan Luna

Seorang lelaki buta memasuki rumah makan. Unyil, pemilik rumah makan sekaligus berperan sbg pelayan datang sambil menyodorkan daftar menu.


"Saya orang buta, tentu saja tidak bisa membaca daftar menu, tolong bawakan sendok kotor yang telah dipakai pengunjung sebelumnya dan saya akan membauinya.

Dari situ nanti saya akan tahu masakan apa yang enak untuk dipesan," kata lelaki buta tersebut.

Lalu Unyil, membawa sebuah sendok kotor bekas pelanggan yang lain. Lelaki buta itu kemudian membauinya dan berkata, "saya pesan ikan pepes mas dan sayur asam".

Dengan agak terkejut Unyil menulis pesanannya. Menu itu memang menjadi pesanan favorit rumah makan itu.

Beberapa hari kemudian, lelaki buta tersebut datang lagi. sekali lagi Ia minta sendok bekas untuk dibaui, tetapi bukan yang habis dipakai untuk makan pepes dan sayur asam.

Hanya ada satu sendok yang habis dipakai untuk menu lainnya. "Bau sendok ini enak juga, sepertinya habis dipakai untuk makan ayam bakar dengan lalapan dan sambal terasi."

Unyil mengiyakan dan lelaki buta pun memesan masakan itu.

Lelaki buta untuk ketiga kalinya datang lagi dikemudian hari. Ia datang lebih awal ketika belum ada satu pengunjungpun yang datang sehingga tidak ada bekas sendok yang bisa disodorkan.

Entah darimana datangnya tiba-tiba sifat iseng Unyil muncul. Ia mendatangi isterinya yang berperan sebagai tukang masak didapur. Disodorkannya sebuah sendok dan berkata, "Luna, kamu usapkan sendok ini di anu-mu"

"Apa-apaan sih, Mas??!!!" tanya Luna tidak mengerti.

"Sudahlah kamu nurut saja demi kemajuan rumah makan kita", kata Unyil setengah memaksa.

Luna menurut, mengusapkan sendok di anu-nya dan mengembalikannya ke Unyil.

Dibawanya sendok tersebut ke lelaki buta yg sedang duduk menunggu. Begitu Ia membauinya, sambil mengernyitkan keningnya, lelaki buta itu berkata,

"Aku tidak mengira kalau Luna bekerja disini."




No comments:

Post a Comment

Popular Posts